DutaInspurasicom,MAKASSAR – Munculnya dua nama perusahaan yang hampir serupa, yakni PT Citra Jaya Makmur dan PT Citra Jaya Makmur Sejahtera, menjadi perhatian dalam penelusuran dugaan aktivitas pengangkutan avtur dari kawasan Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.
Untuk memperoleh kejelasan mengenai keberadaan, kepemilikan, serta hubungan kedua perusahaan tersebut, wartawan melakukan komunikasi melalui pesan WhatsApp dengan salah seorang karyawan PT Citra Jaya Makmur Sejahtera yang berlokasi di Jalan Poros Teuku Umar, Makassar, pada Senin (2/11/2026), sekitar pukul 13.32 WITA.
Karyawan tersebut meminta agar identitasnya tidak dipublikasikan. Dalam percakapan itu, wartawan mempertanyakan apakah PT Citra Jaya Makmur memiliki hubungan kepemilikan maupun hubungan operasional dengan PT Citra Jaya Makmur Sejahtera. Termasuk, siapa sebenarnya pemilik masing-masing perusahaan tersebut.
Menanggapi pertanyaan itu, karyawan tersebut menyatakan bahwa dirinya tidak mengenal PT Citra Jaya Makmur. Ia mengaku hanya mengetahui PT Citra Jaya Makmur Sejahtera dan menegaskan bahwa perusahaan tempatnya bekerja tidak memiliki hubungan dengan PT Citra Jaya Makmur.
“Saya tidak kenal PT Citra Jaya Makmur. Yang saya tahu cuma PT Citra Jaya Makmur Sejahtera. Tidak ada hubungannya dengan PT Citra Jaya Makmur,” demikian keterangan yang disampaikan melalui pesan WhatsApp.
Dalam percakapan yang sama, ia kemudian balik mempertanyakan persoalan yang sedang terjadi dan kapan peristiwa tersebut berlangsung.
Wartawan menjelaskan bahwa persoalan bermula setelah muncul keberatan dari seseorang berinisial (S) terhadap pemberitaan yang mencantumkan nama PT Citra Jaya Makmur. Bahkan, menurut keterangan yang disampaikan wartawan, terdapat dugaan penggunaan kata-kata kasar melalui pesan WhatsApp yang ditujukan kepada seseorang.
Keberatan tersebut diduga berkaitan dengan pencantuman nama PT Citra Jaya Makmur dalam pemberitaan, sementara pihak yang berkomunikasi dengan wartawan menyatakan bahwa perusahaan tersebut tidak memiliki hubungan dengan PT Citra Jaya Makmur Sejahtera.
Karyawan tersebut kembali menegaskan bahwa persoalan keberatan pemberitaan maupun dugaan penggunaan kata-kata kasar tidak berkaitan dengan perusahaan tempatnya bekerja.
“Itu sama sekali tidak berhubungan dengan kami. Persoalan maki-maki atau adanya kalimat kasar itu sifatnya personal atau individu,” demikian penjelasannya melalui WhatsApp.
Perlu Penelusuran Lebih Lanjut
Pernyataan tersebut menjadi salah satu keterangan dalam upaya mengurai perbedaan identitas kedua perusahaan. Namun, klaim tidak adanya hubungan antara PT Citra Jaya Makmur dan PT Citra Jaya Makmur Sejahtera masih memerlukan verifikasi melalui dokumen legalitas perusahaan, data kepemilikan, serta keterangan pihak-pihak terkait.
Terlebih, penelusuran ini berawal dari dugaan aktivitas pengangkutan avtur dari kawasan Lanud Sultan Hasanuddin yang sebelumnya menjadi perhatian pemberitaan.
Publik tentu membutuhkan kejelasan: apakah kedua perusahaan tersebut benar-benar berdiri sendiri tanpa hubungan hukum maupun operasional, atau terdapat keterkaitan yang belum terungkap?
Hingga persoalan ini terjawab melalui dokumen dan keterangan resmi, seluruh dugaan mengenai hubungan perusahaan maupun aktivitas pengangkutan avtur perlu ditempatkan sebagai hal yang masih dalam proses penelusuran.(icl)

