DutaInspirasicom,MAKASSAR – UPTD SPF SD Negeri 67 Rappokalling terus berkomitmen dalam memperkuat karakter religius peserta didiknya. Melalui kreativitas tenaga pendidiknya, sekolah ini resmi memperkenalkan sebuah inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) yang diberi nama ATM (Anjungan Tahfidz Mandiri).
Inovasi ATM digagas oleh Sultan Anwar, S.Pd.I., Gr., seorang Guru Agama Islam di sekolah tersebut. Program ini dirancang untuk membangun kebiasaan menghafal Al-Qur’an pada anak sejak dini secara mandiri, terarah, dan berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Konsep Buku Tabungan untuk Hafalan Al-Qur’an
Nama ATM diadaptasi dari konsep perbankan yang akrab dengan keseharian masyarakat. Lewat program ini, setiap siswa dibekali dengan Buku Tabungan Tahfidz. Mekanismenya menyerupai aktivitas menabung uang: siswa mempersiapkan hafalan mereka di rumah bersama orang tua, lalu menyetorkannya kepada guru di sekolah.
Guru kemudian bertindak sebagai verifikator untuk menilai kelancaran, ketepatan ayat, makhraj, serta hukum tajwid. Hafalan yang lulus kriteria akan langsung dicatat dan disahkan di dalam buku tabungan tersebut. Sebaliknya, bagi siswa yang hafalannya belum sesuai, mereka akan dibimbing untuk memperbaiki hafalan sebelum disetorkan kembali. Selain mengejar target hafalan baru, siswa juga diwajibkan melakukan murajaah (mengulang hafalan) guna menjaga kualitas hafalan sebelumnya.
Gagasan ini terbukti efektif dalam menumbuhkan nilai-nilai kedisiplinan, ketekunan, rasa tanggung jawab, dan kepercayaan diri pada siswa. Di sisi lain, sistem pencatatan ini juga memudahkan guru untuk memantau perkembangan kompetensi spiritual anak secara terukur.
Sederhana, Inklusif, dan Ramah Keluarga
Salah satu keunggulan utama dari inovasi ATM ini adalah sifatnya yang inklusif dan tidak membebani. Program ini sengaja memanfaatkan media sederhana berupa buku fisik dan alat tulis, sehingga tidak mensyaratkan penggunaan telepon pintar (smartphone). Hal ini memungkinkan orang tua dari berbagai latar belakang ekonomi dapat mendampingi anak mereka latihan di rumah secara fleksibel, sesuai dengan waktu dan kemampuan masing-masing keluarga. Namun, untuk jangka panjang, sistem pencatatan ini berpotensi dikembangkan ke arah digital guna mempermudah rekapitulasi setoran secara massal.
Kepala UPTD SPF SD Negeri 67 Rappokalling sekaligus Penanggung Jawab Inovasi, Suciyani Suaeb, S.Pd., M.Pd., menyatakan dukungan penuhnya terhadap program ATM. Menurutnya, inovasi ini merupakan wujud nyata dari komitmen sekolah dalam menghidupkan budaya inovasi dan mendukung guru untuk melahirkan praktik pembelajaran kreatif yang berpusat pada kebutuhan siswa.
Melalui ATM, SD Negeri 67 Rappokalling berharap dapat menghadirkan alternatif pembelajaran agama yang terstruktur sekaligus menyenangkan, yang mampu menjembatani pembentukan karakter anak di sekolah dan di rumah. Semangat ini selaras dengan slogan yang diusung oleh program tersebut: “Menabung Hafalan, Memanen Kebaikan, Mencintai Al-Qur’an.”

