DutaInspirasicom,BULUKUMBA – RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba turut memeriahkan Karnaval Budaya Festival Pinisi ke-XVI Kabupaten Bulukumba dengan mengangkat tradisi Anyorong Lopi, sebuah warisan budaya masyarakat Bulukumba yang sarat makna religius, gotong royong, kebersamaan sosial, dan pelestarian budaya maritim.
Keikutsertaan rumah sakit kebanggaan masyarakat Bulukumba ini melibatkan sekitar 300 petugas kesehatan dari berbagai unit dan instalasi. Rombongan dipimpin langsung oleh Direktur RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba, dr. H. Rizal Ridwan Dappi, Sp.OG, yang bersama seluruh peserta tampil membawa pesan bahwa nilai-nilai luhur budaya lokal dapat menjadi inspirasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Rizal Ridwan Dappi menyampaikan bahwa keikutsertaan RSUD dalam Karnaval Budaya Festival Pinisi XVI merupakan bentuk apresiasi terhadap tradisi budaya lokal, khususnya Anyorong Lopi, yang menggambarkan semangat kebersamaan masyarakat ketika mendorong perahu menuju laut.
“Tradisi Anyorong Lopi mengajarkan kita tentang pentingnya kebersamaan, gotong royong, kekompakan, dan semangat untuk mencapai tujuan bersama. Nilai-nilai inilah yang kami maknai dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba,” ungkapnya.
Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak dapat berjalan optimal hanya dengan mengandalkan satu orang atau satu profesi. Dibutuhkan sinergi antara dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan lainnya, serta seluruh unsur pendukung rumah sakit untuk memberikan pelayanan yang aman, bermutu, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Filosofi Anyorong Lopi menjadi simbol bahwa setiap petugas memiliki peran penting dalam menggerakkan pelayanan rumah sakit. Sebagaimana masyarakat bahu-membahu mendorong perahu hingga dapat berlayar, seluruh petugas kesehatan harus bergerak bersama, saling mendukung, dan memiliki komitmen yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Lebih dari sekadar penampilan dengan kostum hitam – hitam dalam karnaval, partisipasi RSUD juga menjadi wujud komitmen untuk melestarikan identitas budaya maritim Bulukumba yang dikenal luas melalui tradisi pembuatan kapal Pinisi.
Nilai religius, semangat kebersamaan, dan kerja kolektif yang terkandung dalam tradisi tersebut diharapkan terus tumbuh dalam budaya kerja seluruh insan rumah sakit.
Melalui Karnaval Budaya Festival Pinisi ke-XVI, RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba ingin menegaskan bahwa budaya dan pelayanan kesehatan memiliki semangat yang sama, yakni kebersamaan, pengabdian, dan kerja nyata untuk kepentingan masyarakat.
Dengan mengusung filosofi Anyorong Lopi, RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba tidak hanya hadir memeriahkan festival budaya, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa semangat gotong royong dan kearifan lokal merupakan kekuatan dalam membangun pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, humanis, dan terpercaya bagi masyarakat Kabupaten Bulukumb

