DutaInpirasicomMAKASSAR — Masalah antrean BBM bersubsidi kembali berujung aksi kekerasan. Seorang sopir truk, Aswandi (30), warga Dusun Taroada, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, menjadi korban penikaman di area SPBU Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di depan Kampus Cokroaminoto Makassar.
Dilansir dari grup WhatsApp Aswandi mengalami luka tikam pada bagian dada kanan bawah setelah diduga diserang menggunakan senjata tajam jenis badik. Korban kemudian dilarikan ke RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa tersebut diduga bermula dari perselisihan antrean BBM jenis Solar. Terduga pelaku disebut bernama Muh. Hendra alias Dg. Se’re (31), sopir truk asal Buttadidi, Kelurahan Mawang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Informasi yang dihimpun menyebut pelaku telah mengantre sejak sekitar pukul 02.30 WITA sebelum terjadi cekcok dengan korban sekitar pukul 09.44 WITA.
Perselisihan disebut terjadi setelah kendaraan korban masuk ke jalur pengisian yang sedang digunakan pelaku. Adu mulut kemudian memanas hingga berujung dugaan penikaman. Sejumlah sopir di lokasi juga mengaku mengenali terduga pelaku dan menyebut dirinya diduga bekerja pada salah satu perusahaan jasa logistik, B-LOG.
Kasus tersebut kini menjadi perhatian sekaligus menyoroti persoalan antrean BBM bersubsidi yang dinilai rawan memicu konflik antarsopir. Kepolisian diharapkan mengusut kasus ini secara menyeluruh, termasuk memastikan kronologi, alat bukti, serta status hukum terduga pelaku.

